Siapa pun yang rutin makan hamburger dan kentang goreng sering kali menjalani hidup yang tidak sehat
Gambar Getty

Keberhasilan makanan cepat saji dapat diamati di seluruh dunia. Tren makanan cepat saji baru sering kali menyebar ke Jerman, terutama dari Amerika. Raksasa burger McDonald’s dan Burger King telah ada di pasar negara ini selama beberapa dekade. Meski komposisi burger dan lauk pauknya berbeda, namun tetap memiliki satu kesamaan: jumlah kalorinya yang tinggi.

Bukan pengetahuan baru bahwa makanan cepat saji dapat berbahaya bagi kesehatan dan jumlah orang yang kelebihan berat badan semakin meningkat. Namun kini para peneliti dari Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn menerbitkan sebuah penelitianyang mungkin mengubah kebiasaan makan beberapa pelanggan.

“Pertahanan tubuh yang agresif” dengan makanan cepat saji

Para ilmuwan di Bonn menemukan bahwa makanan cepat saji memiliki efek yang sama pada tubuh seperti infeksi bakteri. Oleh karena itu, burger dan kentang goreng menimbulkan risiko kesehatan yang lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya. Sekalipun pola makan diubah dan menu salad lebih banyak, tubuh tetap bereaksi terhadap pola makan tidak sehat dalam waktu lama setelahnya. “Konsumsi makanan tidak sehat secara terus-menerus menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi agresif,” kata penelitian tersebut. Dalam kasus terburuk, hal ini dapat memicu dan menyebabkan diabetes dan arteriosklerosis.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan memberi makan tikus dengan banyak lemak dan gula. Mereka menemukan bahwa hewan-hewan tersebut kemudian berperilaku seperti setelah terkena infeksi bakteri yang kuat. Selain itu, penurunan sel kekebalan juga terlihat pada darah tikus.

Sistem kekebalan mengingat makanan yang tidak sehat

“Baru-baru ini terbukti bahwa sistem kekebalan memiliki fungsi memori,” kata Eicke Latz, kepala Institute for Innate Immunity. Setelah terjadi infeksi, pertahanan tubuh tetap berada dalam mode alarm sehingga dapat merespons wabah baru dengan lebih cepat. Rupanya itu juga berhasil dengan pola makan yang tidak sehat. Sistem kekebalan juga mengingatnya. Para ilmuwan dari Bonn juga mampu menemukan sensor makanan cepat saji di sel kekebalan tubuh.

Pola makan tidak sehat yang terus-menerus berdampak luas pada tubuh. Temuan baru dari Bonn menunjukkan bahwa hanya perubahan pola makan dan gaya hidup sehat jangka panjang dan jangka panjang yang dapat mengurangi dampak negatifnya.

Data HK Hari Ini