Kecerdasan adalah bawaan
stok foto

Bayangkan jika ada obat mujarab yang bisa melindungi kita dari momen kelemahan. Obat yang menghentikan kita dari mabuk, mencegah kita menghisap rokok, memesan bir kelima atau bahkan menyuntik.

Peneliti Stanford selangkah lebih dekat untuk menemukan obat ajaib ini. Mereka menemukan sinyal listrik yang diaktifkan di otak kita tepat sebelum kita melakukan tindakan impulsif – sebuah temuan yang dapat membantu kita menekan tindakan yang sama di masa depan.

Impuls listrik mencegah mengidam makanan

Bagian dari dari penelitian ini Asisten Profesor Bedah Saraf Casey Halpern dan tim penelitinya menyelidiki sinyal otak tikus dengan menanamkan elektroda yang mengukur aktivitas listrik di otak mereka.

Mereka memberi makan pelet makanan khusus tinggi lemak kepada tikus selama satu jam sehari selama sepuluh hari, sehingga tikus sering nafsu makan. Ternyata aktivitas listrik di otak tikus sangat tinggi sebelum mereka mulai makan. Hal ini tidak terjadi ketika tikus diberi makanan laboratorium biasa.

Para peneliti memprogram elektroda untuk mengirimkan pulsa listrik kecil ke nukleus accumbens – bagian otak yang memainkan peran sentral dalam sistem penghargaan dan perkembangan kecanduan – ketika aktivitas di otak meningkat.

Faktanya, keinginan makan tikus dapat dicegah dengan impuls listrik. Namun, impuls elektronik tidak berpengaruh pada aktivitas sosial atau perilaku hewan.

Bisakah itu berhasil pada manusia juga? Untuk mengetahuinya, para peneliti melakukan tes pada orang-orang yang menderita gangguan obsesif-kompulsif dan pengobatan sebelumnya tidak berhasil. Seperti halnya tikus, mereka mampu mendeteksi peningkatan sinyal listrik di otak yang muncul sebelum tindakan impulsif.

Implan Otak Sebagai Obat Mujarab untuk Menurunkan Berat Badan?

Perilaku impulsif belum tentu buruk. Orang membutuhkannya untuk bertahan hidup — Makan, seks dan tidur adalah bagian darinya. Namun dalam beberapa situasi, perilaku impulsif dapat berujung pada tindakan yang merugikan kita.

Salah satu cara untuk menekan perilaku ini adalah dengan memasang alat yang ditanam di otak. Apa yang disebut neurostimulator DBS, yang mengirimkan impuls listrik ke otak, saat ini disetujui untuk pengobatan penderita Parkinson.

Baca juga: Peneliti Otak Jelaskan: Dengan Trik Sederhana Ini, Anda Bisa Memprogram Ulang Otak Anda untuk Berpikir Positif

Namun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan karena waktu dan durasi denyut listrik tidak dapat dikontrol. Sebuah mekanisme masih perlu dikembangkan untuk mendeteksi kapan aktivitas listrik di otak meningkat sesaat sebelum tindakan impulsif dan kemudian menghantarkan impuls listrik.

Jika hal ini dilakukan, hal ini dapat mengubah kehidupan banyak orang. Hal ini tidak hanya mempermudah penurunan berat badan, tetapi juga mengakhiri perilaku merusak seperti kecanduan.

Result Sydney