Para ilmuwan memiliki penelitian di jurnal “Jama Neurologi” diterbitkan dengan menyajikan temuan terbaru mereka: orang dewasa dengan ingatan yang sehat tetapi pola tidurnya terganggu memiliki simpanan protein yang disebut plak amiloid, yang dianggap sebagai tanda peringatan awal Alzheimer.
Masalah tidur bisa menjadi tanda peringatan dini
Kerusakan yang menyebabkan hilangnya ingatan Alzheimer dapat dimulai sejak 15 hingga 20 tahun sebelum gejala penyakit ini diketahui. Penelitian lain menunjukkan bahwa ada hubungan antara kurang tidur dengan Alzheimer dan demensia. Studi baru ini kini memberikan bukti lebih lanjut mengenai hubungan ini dan juga menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat menjadi tanda peringatan dini penyakit neurodegeneratif di kemudian hari.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa mengobati gangguan tidur sejak dini dapat melindungi otak. Namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal tersebut.
Baca juga: Gangguan Tidur: 13 Tips Agar Tidur Lebih Baik.
Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley
Buktinya semakin banyak
Untuk penelitian tersebut, peneliti mengamati tidur 189 orang dewasa yang sehat secara kognitif dengan usia rata-rata 66 tahun. Mereka juga memeriksa otak mereka untuk mencari simpanan protein dan plak yang terkait dengan penyakit Alzheimer.
Sebagian besar peserta tes mengalami tidur yang relatif nyenyak dan 139 di antaranya tidak menunjukkan tanda-tanda endapan amiloid. Beberapa diantaranya mengalami masalah tidur yang dapat disebabkan oleh usia, sleep apnea, atau penyebab lainnya.
Namun 50 peserta yang otaknya memiliki simpanan protein Alzheimer semuanya juga mengalami gangguan jam internal.
“Orang-orang dalam penelitian ini tidak kurang tidur,” kata pemimpin penelitian Erik Musiek dalam sebuah pernyataan Siaran pers. “Tetapi tidurnya cenderung terpecah-pecah. Tidur delapan jam berturut-turut sangat berbeda dengan tidur delapan jam dalam jam terpisah sepanjang hari.”
Dalam penelitian lain, peneliti mengganggu pola tidur tikus dan menemukan bahwa hal ini menyebabkan penumpukan plak amiloid di otak mereka.
Penelitian lain di bidang ini menunjukkan bahwa orang yang mengeluh kurang tidur menunjukkan lebih banyak tanda penyakit Alzheimer. Dalam penelitian lain, para ilmuwan menemukan bahwa satu malam tanpa tidur pun menyebabkan lebih banyak protein Alzheimer.
Tentu saja, ini tidak berarti bahwa tidur malam yang buruk akan langsung menyebabkan Anda terkena Alzheimer. Namun bukan berarti masalah tidur bisa menimbulkan lebih banyak masalah daripada sekadar rasa lelah keesokan harinya.

Dari manakah hubungan ini berasal?
Pertanyaannya adalah apakah kurang tidur menyebabkan penumpukan protein, atau apakah orang yang mengalami perubahan otak cenderung mengalami lebih banyak masalah tidur.
Mungkin keduanya adalah kasusnya.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa setiap gangguan tidur menyebabkan perubahan pada otak, baik pada tikus maupun manusia. Diketahui bahwa tidur memiliki efek pembersihan dan selama tidur nyenyak, otak kita mengeluarkan protein yang menumpuk secara teratur.
Namun, orang dengan simpanan ini juga diketahui kesulitan mencapai pembersihan tidur nyenyak. Jika Anda sering kurang tidur, Anda akan terjebak dalam lingkaran setan yang membuat otak Anda semakin sulit mendapatkan istirahat yang dibutuhkan.
Hikmahnya: Ini juga berarti bahwa kita dapat meningkatkan kesehatan otak kita di kemudian hari dengan mengatasi masalah tidur kita sejak dini.