86 persen energi masih dihasilkan dari bahan bakar fosil. Hal ini menunjukkan bahwa luas udrive ramah lingkungan masih sangat kecil.
Namun para peneliti di seluruh dunia sedang berupaya mencari alternatif pengganti minyak bumi. Metode baru: menggunakan teknologi kuantum untuk mengubah hidrogen menjadi bahan bakar minyak. Setidaknya itulah yang ditulis oleh artikel ilmiah Para peneliti di Lancaster University di Inggris.
Sebagai sumber energi yang murah dan ramah lingkungan, penggerak baru ini akan segera digunakan di mobil, kereta api, dan pesawat terbang.
Kuncinya adalah apa yang disebut sel fotoelektrokimia, atau disingkat PEC. Ini adalah sel surya yang memecah air menjadi hidrogen dan oksigen melalui elektrolisis segera setelah anoda bersentuhan dengan cahaya. Para peneliti dari Lancaster mengkonfirmasi potensi besar sel hidrogen yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Ide masih dalam tahap pengembangan
Sekalipun pendekatan penelitian telah diterima dengan baik, beberapa penelitian teoritis dan eksperimental masih diperlukan. Ide penempatan nanopartikel antara air dan elektroda untuk meningkatkan tegangan listrik dengan energi matahari saat ini sedang dikembangkan lebih lanjut.
Namun, masalah dengan PEC adalah semikonduktornya terurai ketika bersentuhan dengan air. Ketika kendala ini dapat diatasi, maka arah menuju sumber energi berkelanjutan akan ditetapkan.
Air sebagai satu-satunya produk limbah
Untuk pertama kalinya akan ada sumber energi yang tidak menghasilkan produk limbah lainnya. Air juga dapat diubah kembali menjadi hidrogen dan oksigen, yang menjadikan sel hidrogen sebagai sumber energi terbarukan yang optimal, asalkan energi yang dibutuhkan untuk proses ini juga dihasilkan secara berkelanjutan.
Energi matahari bisa menjadi solusi yang cocok di sini, yang memungkinkan untuk menyimpan hidrogen cair dan menggunakannya saat tidak ada sinar matahari. Jadi inti dari ide ini adalah transformasi dari satu bentuk ke bentuk lainnya tanpa membakar atau mengubah apapun.
Baca juga: Mobil Tren Baru Jerman Timbulkan Bahaya yang Banyak Diabaikan
Produk akhir kemudian segera tersedia untuk reaksi sebaliknya. Tim peneliti lain di University of Houston sedang mengerjakan katalis serupa yang bekerja lebih efisien dan hemat biaya. Setelah dasar ilmiahnya ditemukan, hidrogen cair dapat memainkan peran penting di masa depan.