Kita semua membuat gerakan yang berbeda setiap hari. Ada yang sekadar dimaksudkan agar kata-kata kita lebih bermakna, ada pula yang dimaksudkan untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain — misalnya saat kita memesan dua cangkir kopi di restoran dan mengacungkan dua jari, atau saat di situasi lain kita mengacungkan jempol untuk menunjukkan bahwa kita baik-baik saja.
Namun gerak tubuh kita juga dapat membantu kita belajar. Penulis Annie Murphy Smith menjelaskan cara kerjanya di blognya “Blog yang brilian.”
Dengan gerak tubuh, kita menunjukkan apa yang kita pikirkan dan apa yang kita ketahui – seringkali tanpa sengaja. Secara tidak sadar, gerak tubuh kita misalnya dapat menunjukkan bahwa kita mengetahui sesuatu, meskipun kita belum sepenuhnya menyadarinya sehingga mengatakan sesuatu yang salah.
Susan Goldin-Meadow, seorang profesor di Universitas Chicago, menjelaskan dalam sebuah pelajaran dia menyebut fenomena ini sebagai “ketidakcocokan”. Misalnya, seorang siswa mungkin secara keliru menyatakan bahwa bola yang berat akan jatuh lebih cepat daripada bola yang ringan. Namun dengan tangannya ia meniru gerakan sebenarnya, di mana kedua “bola” itu jatuh dengan kecepatan yang sama. “Ketidaksesuaian” seperti itu tentu saja positif, karena menunjukkan bahwa kita sedang dalam proses belajar dan memunculkan ide-ide baru dengan gerak tubuh kita.
Alasannya, kami belum bisa mengungkapkan ide baru kami secara lisan, namun kami bisa mengungkapkannya secara fisik. Hal ini dapat memberikan dampak positif, terutama pada anak-anak, kata Goldin-Meadow. Karena ketika orang tua atau guru melihat perilaku “ketidaksesuaian” pada anak, otomatis mereka akan menyesuaikan cara menjelaskan sesuatu kepada anak. Anak memberi isyarat kepada mereka bahwa dia siap untuk belajar, dan orang tua serta guru kemudian memberikan lebih banyak penjelasan dan solusi terhadap masalah.
Satu lagi Studi Universitas Iowa menunjukkan bahwa membuat gerakan yang tepat membantu anak-anak mengingat sesuatu dengan lebih baik. Hal ini diterapkan pada penjelasan matematika serta detail cerita pendek. Misalnya, siswa mampu mengingat lebih detail sebuah cerita ketika mereka memberi isyarat. Mereka juga mampu mengingat penjelasan guru dengan lebih baik jika disampaikan dengan gerak tubuh.
Oleh karena itu, Anda perlu memotivasi anak Anda (dan diri Anda sendiri) untuk lebih sering menggunakan tangan saat berbicara dan memperhatikan gerak tubuh orang lain. Ini memungkinkan Anda untuk secara sadar mengontrol proses belajar Anda dan menjadi lebih cerdas.